Sunday, February 23

Rejection

Rejection is a challenge

Saya harus kuat.
Udah itu aja

Monday, February 17

Menggilaimu (buku)



Beberapa hari belakangan saya dan adik saya mulai dipusingkan dengan buku.
Ya...buku.
Terlalu banyak tumpukan buku di kamar mungil yang kami huni berdua ini.
Bagaimana tidak, setiap pergi jalan keluar, saya maupun adik saya akan pulang dengan membawa paling tidak satu buku.
Biasanya, setiap yang main ke kamar saya akan heran dan bertanya,
“selera bukumu apa sih sebenarnya?”

Saya juga bingung
Berjam-jam bisa saya habiskan karena tenggelam dalam kisah-kisah penunggang naga.
Kisah tetralogi Eragon, Eldest, Brising’r dan Inheritance selalu sukses membuat saya ternganga.
Koleksi kisah naga-nagaan serupa mulai dari Seraphina, Shannara, Eon, Eona, dan Heart of Dragonnya Gena Showalter juga menambah tumpukan di kamar ini.

Ah, apa iya saya penyuka kisah naga-nagaan?
Serial the Tunnels, Winnetou, karangan Dan Brown, JK Rowling, koleksi Sherlock Holmes, dan karangan Agatha Christie juga saya suka.
Untuk semua cerita Agatha yang pernah saya baca, saya paling suka dengan si perawan tua Jane Marple sebagai tokoh utama dibandingkan Hercule Poirot yang termasyhur itu.

Semuanya kisah fiksi?
Tidak juga, beberapa kisah sejarah bangsa ini juga pernah membius saya. Saya masih ingat sensasi takjub setelah menamatkan buku tentang perempuan-perempuan di belakang Bung Karno.
Saya juga menyukai sastra-sastra lama, kemarin adik saya sempat membeli karya Ahmad Tohari dan Wisran Hadi, aih ini menyenangkan.
Saya juga menyukai Kisah Mahabrata, kisah yang paling mengena tentang kepedihan Dewi Amba yang direbut dari Raja Salwa oleh Bhisma sebagai hadiah untuk adiknya, Wicitrawirya.
Dewi Amba yang terlanjur memberi hati kepada Raja Salwa dan menolak menjadi istri Wicitrawirya. Bhisma yang akhirnya melepaskan Amba untuk kembali ke Salwa.
Salwa yang menolak Amba karena merasa telah dikalahkan Bhisma.
Wicitrawirya yang kemudian juga menolak Amba,
dan Amba yang memaksa Bhisma untuk menikahinya tapi Bhisma terikat sumpah suci untuk tidak menikah, benar-benar membuat saya terperangah.

Jadi kalau ada yang bertanya soal selera, saya hanya bisa geleng kepala.
Saya menggilai semuanya

Saya gila buku?

Ah...saya lebih menggilaimu

Sunday, February 2

Something in Between



Sesuatu di dunia ini diciptakan berpasangan, antagonis protagonis, hitam putih, chaos order, laughs tears, suka benci, begitu sih yang saya pelajari waktu SD dahulu.
Setelah menjalani  1/5 abad kehidupan, ternyata perkara berpasangan tadi lebih kompleks dari yang saya bayangkan di waktu kecil.
Banyak hal “antara” dalam perkara tersebut.
Sederhananya, hitam putih, ada abu-abu di antara keduanya
Lelaki perempuan. Ada juga. Kadang saya suka papasan kok di jalanan.
Suka dan benci,
Adakah fase pertengahan diantara keduanya?
Terkadang, bagi saya sih ada. Terkadang loh ya..
Kasih nama saja apatis.

Seperti saat bertemu mas-mas penjaga toko, mbak-mbak pelayan café, ibu-ibu di angkot,
Mereka semua adalah orang-orang yang tidak saya benci, tapi tidak pula saya sukai.
Saya anggap saja diri saya apatis terhadap mereka.
Pusing yaa?
Iya saya juga pusing untuk menjelaskan.

Sama halnya dengan menyukai seseorang(sesuatu) yang selalu dipikirkan terus menerus, membenci juga begitu.
Hal-hal yang disukai dan dibenci terekam jelas di otak kita.
Yep, seperti cerita tentang si tetangga kost yang suka memutar lagu yang tidak saya sukai, tapi saya sampai hafal liriknya.

Sedangkan untuk hal-hal yang apatis, beberapa menit setelah itu mungkin saya sudah lupa wajah mas-mas penjaga toko, mbak-mbak pelayan café, ibu-ibu di angkot tersebut.

This happened to me. How about you?

Dislike



Mari mencuap-cuap lagi.

Beberapa hari ini tetangga sebelah kostan suka memutar lagu terbaru R***a, yang judulnya entah apa, saya kurang tau. Liriknya? saya yakin, saya hafal betul. Karena bukan sering lagi, tapi hampir setiap hari, hingga hari ini lagu itu diputar. Sampai saya bosan, lama-lama jadi tidak suka.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah masa lalu. Waktu itu saat ayah memasuki usia 40an. Puberty. Yeah, you know what I mean. Hampir setiap hari ayah memutar sebuah lagu yang sama.
Efeknya jika hari ini saya mendengar lagu itu, saya tetap tidak suka mendengarnya.

Saya jadi bertanya-tanya, apa ketidaksukaan terhadap suatu hal itu abadi? (Caelahhh…)

Haha…ini terlalu berlebihan mungkin yaa.
Tapi dari kecil sampai hari ini, the dislike things still the same
Iya masih sama.

Saya tidak suka makan kuning telur.
Saya jijik melihat anak ayam, anak burung, apalagi yang baru menetas. About this thing, I’ve another story, I’ll tell you later.
Saya takut untuk memegang semua jenis unggas, selucu apapun bentuknya.


Oh wait, the dislike things are about aves?
Haha..
At least I still eat chicken. Dead chickens. Yang udah ga keliatan lagi bentuk keayamannya(?)

Friday, January 17

Pulang Kampung

Akhirnya bisa kembali ngeblog
Setelah sebulan lamanya menikmati harihari damai tanpa fasilitas internet di kampung.

Beberapa orang teman bertanya mengapa saya pulang kampung setelah wisuda.
Saya hanya tersenyum, dan menjawab dalam hati,
"saya pulang untuk membuat saya tau diri lagi"

Iya, selama di perantauan saya jarang sekali mendapat kabar buruk dari rumah.
Ketika pulang, maka saya baru tahu ayah sakit bulan lalu, adik dirawat di rumah sakit 2 bulan, keuangan keluarga moratmarit,
dan saya tidak pernah tahu,
karena setiap menelpon, ayah selalu menjawab
"kami baik-baik saja di kampung"
atau
"uangnya kurang nak? nanti ayah transfer lagi"

Maka pulang ke rumah lah, yang akan membuat saya tau diri kembali saat di perantauan.
Pulang ke rumah lah yang menyegarkan ingatan tentang orang tua.
Berterimakasih pada mereka, dan bekerja keras agar mereka merasa tidak sia-sia membesarkan saya.

Be thankfull for what your parents were able to give,
because parents give whatever THEIR all and best is to their children.


Tuesday, December 10

Tentang Jodoh

Bicara tentang jodoh, 
Kadang membingungkan.

Apakah jodoh adalah pernikahan? Bagaimana dengan perceraian? 
Apakah itu jodoh yang batal? Jodoh yang salah? 
Menurutmu, Tuhan mau disalah-salahkan? Jodoh, hidup, mati ada di tangan-Nya kan? 

Untuk pertanyaan-pertanyaan itu saya berpikir keras. Bagaimana dengan mereka yang harus menikah berkali-kali. Karena tidak cocok mungkin, atau karena hal lain? Jodohnya berkali-kali, gitu?

Tapi mungkin jodoh adalah bukan tentang pernikahan. 
Jodoh adalah tentang nasib dan takdir. 
Jodoh dalam hal ini adalah mungkin tentang berkali-kali jatuh cinta, berkali-kali patah hati, berkali-kali bertemu orang yang salah, berkali-kali belajar dan mengulang pelajaran, atau apapun yang sejenis itu.
Iya, jodoh adalah mungkin tentang takdir mengenai berapa kali hati kita harus diiris tipis-tipis. 

Jodoh, soulmate, lifemate, atau apapun itu, toh pada akhirnya kita senyatanya adalah pejuang tunggal, pejuang untuk diri kita sendiri..

Jadi, mari bersenang-senang hari ini.

Tuesday, December 3

Cerita Saya


1. Tiga hal dari masa kecil

Saya tidak ingat nama teman-teman selama saya SD. Saya sering berpindah SD karena mengikuti ayah-ibu yang pindah tugas. Memiliki banyak teman, tapi tidak punya cukup waktu untuk membuat kenangan bersama mereka, jadi sekarang saya lupa. 

Bermodal 5 karet gelang, saya dan adik saya pernah menang besar dalam permainan karet gelang. Kami punya ratusan karet gelang. Tapi ibu kemudian membuangnya. Kata beliau itu judi.

Ayah tidak pernah sekalipun membelikan mainan. Tapi setiap pulang mengajar beliau selalu membawakan saya buku bacaan. Saya jadi gila buku. Lebih senang jika dihadiahi buku yaa..,meski sesekali saya ingin dihadiahi barbie atau teddy bear besar.

2. Ritual pagi

Melihat jam. Setelah membuka mata, saya akan meraba-raba ponsel saya untuk melihat jam. Kamar saya terlalu gelap untuk melihat jarum jam di dinding. Setelah itu saya mencari segelas air putih sambil membuka pintu dan jendela kamar. Membiarkan udara segar masuk, kemudian ke kamar mandi. Begitu setiap pagi.

3. Kebiasaan buruk yang ingin disingkirkan 

Menelantarkan benda-benda yang sebelumnya saya beli dengan antusias. Lipstik, blush on, kuteks, skipping, baju-baju. Mereka saya telantarkan setelah sampai di kamar. 

4. Hal yang membuat mood pagi terganggu
Lupa menggunakan jam tangan. Biasanya saya baru menyadari saya lupa setelah berada di angkot, bis, atau kampus. Saya cukup merasa terganggu dan sedikit kesal karena hal ini.