Kemarin akhirnya pulang lagi ke Ranah Minang
meski cuma seminggu
tapi itu cukuplah (dicukup-cukupkan) untuk membunuh rindu ke ayah dan ibu.
Selain membunuh rindu, dulu pernah cerita alasan lain kepulangan saya (pernah di post disini )
Selama pulang, ada banyak hal-hal sederhana yang saya temui, yang membuat saya kembali harus merendahkan hati lagi saat pulang ke kampung halaman. Nah ini beberapa diantaranya yang sempat di capture pakai kamera poket butut saya
Ayah yang selalu nganterin. Sejak jaman saya les (kelas 6 sd) ayah selalu nganterin hingga sekarang jamannya adek kecil saya-Dita-yang les. Ayah masih setia nganterin pake motor apapun cuacanya. Motor kesukaan ayah ya si GL-Pro tua yang hampir seumur saya.
Pernah juga ayah bersikukuh nganterin saya yang mau ketemuan sama gebetan,
betapa awkwardnya. -__-
| (Nyuri moto ayah yang nganterin Dita les) |
| (Ayah tetep nganterin meski hujan masih turun) |
Kemarilah..akan saya ceritakan
Setiap pulang ke Ranah Minang, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kakak ayah.
Mereka pasangan suami istri yang menghabiskan masa tua di kampung yang betul-betul kampungan
| (Marut kelapa berdua..entah ini kategori romantis nomer berapa :p) |
| (Ikutan nyobain marut sekalian mejeng di poto) |
Kita mulai masuk ke inti cerita.
Di perjananan pulang, ban motor tua ayah meletus.
Iya meletus...
dan kebetulan kita sedang berada di tempat yang tidak ada penduduknya sama sekali
Sejauh mata memandang yang ada cuma bukit
Saya bingung..ayah bingung..
Akhirnya kita jalan kaki sembari menunggu siapapun yang lewat untuk dimintai bantuan
| (Motret-motret pas udah capek jalan kaki) |
Dekil? Iya
Capek? Apalagi
Soalnya pulang dari rumah kakaknya ayah tadi saya bawa 4 buah kelapa, 2 duren, satu tas rambutan, dan helm.
Bayangkan betapa ribetnya bawa begituan dan harus gonta-ganti kendaraan -__-
Cerita ayah bagaimana?
Entahlah..yang saya tahu ayah nyampe rumah dengan senyum mesam-mesem beberapa jam setelah saya.
dan bertanya : "Gimana kak petualangan hari ini? Seru kan?"
Benarlah, tahun 2015 ini saya harus bisa pulang ke Ranah Minang lagi
Untuk tetap belajar rendah hati dan mengeksplore negeri sendiri.
Ada Jam Gadang di Bukittinggi, Lembah Harau, Lembah Anai, Gua Jepang, Istana Pagaruyuang, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Kembar, Puncak Lawang buat nyobain parasailing, dan masih banyak lagi. Meski semuanya sudah pernah saya kunjungi waktu jalan-jalan perpisahan pas SD, sungguhlah saya ingin mengunjunginya kembali.
Semoga akhir tahun 2015 ini bisa pulang lagi dengan waktu yang lebih lama...ga cuma seminggu.
---------------------------------------------------------------------------------
PS: Cerita ini ditulis karena pertanyaan di blog http://www.pergidulu.com/, apa rencana travelling kamu di 2015? Tentu saya ingin ke Sumatera Barat lagi...mengabadikan Ranah Minang, semoga bukan pake kamera poket butut lagi :)
Depok
