Friday, January 23

Pulang

"Semenyenangkannya pergi, pulang ke rumah tetap jauh lebih menyenangkan"

Kemarin akhirnya pulang lagi ke Ranah Minang
meski cuma seminggu
tapi itu cukuplah (dicukup-cukupkan) untuk membunuh rindu ke ayah dan ibu.

Selain membunuh rindu, dulu pernah cerita alasan lain kepulangan saya (pernah di post disini )

Selama pulang, ada banyak hal-hal sederhana yang saya temui, yang membuat saya kembali harus merendahkan hati lagi saat pulang ke kampung halaman. Nah ini beberapa diantaranya yang sempat di capture pakai kamera poket butut saya

Ayah yang selalu nganterin. Sejak jaman saya les (kelas 6 sd) ayah selalu nganterin hingga sekarang jamannya adek kecil saya-Dita-yang les. Ayah masih setia nganterin pake motor apapun cuacanya. Motor kesukaan ayah ya si GL-Pro tua yang hampir seumur saya.
Pernah juga ayah bersikukuh nganterin saya yang mau ketemuan sama gebetan,
betapa awkwardnya. -__-


(Nyuri moto ayah yang nganterin Dita les)
(Ayah tetep nganterin meski hujan masih turun)
Bagian mana di cerita ini yang mengharuskan saya untuk kembali rendah hati?
Kemarilah..akan saya ceritakan
Setiap pulang ke Ranah Minang, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi kakak ayah.
Mereka pasangan suami istri yang menghabiskan masa tua di kampung yang betul-betul kampungan

(Marut kelapa berdua..entah ini kategori romantis nomer berapa :p)
(Ikutan nyobain marut sekalian mejeng di poto)
Kampung ini letaknya cukup jauh dari rumah saya. Tapi keletihan karena menempuh jarak yang jauh terbayar dengan pemandangan yang indah.

Kita mulai masuk ke inti cerita.
Di perjananan pulang, ban motor tua ayah meletus. 
Iya meletus...
dan kebetulan kita sedang berada di tempat yang tidak ada penduduknya sama sekali
Sejauh mata memandang yang ada cuma bukit
Saya bingung..ayah bingung..
Akhirnya kita jalan kaki sembari menunggu siapapun yang lewat untuk dimintai bantuan

(Motret-motret pas udah capek jalan kaki)
Setelah capek jalan, akhirnya ada juga motor lain yang lewat. Akhirnya saya nebeng sampai jalan raya yang ada kendaraan umumnya. Untuk sampai di rumah saya harus gonta-ganti tiga kendaraan. Berdesak-desakan dan rebutan pula karena kendaraan umum yang lewat sangatt langka, ga kaya di Jakarta.
Dekil? Iya
Capek? Apalagi
Soalnya pulang dari rumah kakaknya ayah tadi saya bawa 4 buah kelapa, 2 duren, satu tas rambutan, dan helm.
Bayangkan betapa ribetnya bawa begituan dan harus gonta-ganti kendaraan -__-

Cerita ayah bagaimana?
Entahlah..yang saya tahu ayah nyampe rumah dengan senyum mesam-mesem beberapa jam setelah saya. 
dan bertanya : "Gimana kak petualangan hari ini? Seru kan?"

Benarlah, tahun 2015 ini saya harus bisa pulang ke Ranah Minang lagi
Untuk tetap belajar rendah hati dan mengeksplore negeri sendiri.
Ada Jam Gadang di Bukittinggi, Lembah Harau, Lembah Anai, Gua Jepang, Istana Pagaruyuang, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Kembar, Puncak Lawang buat nyobain parasailing, dan masih banyak lagi. Meski semuanya sudah pernah saya kunjungi waktu jalan-jalan perpisahan pas SD, sungguhlah saya ingin mengunjunginya kembali. 
Semoga akhir tahun 2015 ini bisa pulang lagi dengan waktu yang lebih lama...ga cuma seminggu.
---------------------------------------------------------------------------------

PS: Cerita ini ditulis karena pertanyaan di blog http://www.pergidulu.com/, apa rencana travelling kamu di 2015? Tentu saya ingin ke Sumatera Barat lagi...mengabadikan Ranah Minang, semoga bukan pake kamera poket butut lagi :)


Depok

10 comments:

Astari Ratnadya said...

titip salam buat ayahnya kak :)
Urang awak juga ^^.

mampir ya kak : http://bit.ly/18vjFR9
Salam Kenal :)

Astari Ratnadya said...

titip salam buat ayahnya kak :)
Urang awak juga ^^.

mampir ya kak : http://bit.ly/18vjFR9
Salam Kenal :)

okifansclub said...

ih wow, tulisannya mengena banget
abis baca ini,
jadi pengen pulang nih aii :)

Anonymous said...

selamat yaa dapet kamera, nanti traktirin aku poto yaa

Anonymous said...

ceritanya bikin saya senyum2 sendiri... nice story. (arry - tokocamzone.com)

Frenky said...

Slamat sudah menang kamera ny ya, ditunggu crita2 brikut nya dan dokumentasi ny tentu ny menggunakan kamera baru nya hehe..

cangkir diksi said...

@Astari
wah, urang awak...salam kenal juga

@Oki
Tentu aii, kamu harus pulang..ada yang menunggumu disini. Itu aku :p

@Aizeindrayoga
Iyaaa..terimakasih, ga nyangka ini. Traktiran poto di cerita selanjutnya yaa

@Arry-tokocamzone.com
Saya juga sedang senyum senyum sendiri, membayangkan bakal dapat kamera, hehe..

@Frenky
Iyaa..terimakasih...tentu saya sudah tidak sabar untuk menuliskan cerita berikutnya

Dwy Cahyono said...

Wahh, selamatt ya kakak :') menang kontes http://www.pergidulu.com/pemenang-kuis-berhadiah-kamera-canon-powershot-sx-400/ disini loh, dapet kamera balluu :)

Aliko Sunawang said...

Selamat ya sudah dapat kamera baru :)

Anonymous said...

Hallo mbak, salam kenal...
Keren, seru dan gokil ceritanya. Pantas jadi pemenangnya, selamat yaaaa... saya sudah pernah ke Ranah Minang, kesan pertama sudah sangat memukau yaitu pemandangan sebelum landing di bandara Minangkabau. Hmparan laut dan pulau-pulau yang eksotik :)

Post a Comment