Friday, January 2

Menggenggam Dua

2 Januari 2015

Kepada kamu,
seseorang berhati luas
yang kucintai tanpa batas

Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu di hari ini, hari pertama aku kamu menjadi kita
Meski sejujurnya, aku sudah merasa menjadi "kita" sejak dua ratus tiga belas hari yang lalu

Sayang, kamu harus tahu...
Betapa aku menunggu dengan tidak sabar momen itu
Menguat-nguatkan hatiku sembari mempersiapkan skenario untuk menggodamu
Meski pada akhirnya semua skenario di kepalaku terbang entah kemana 
dan aku hanya berujar "IYA" dengan singkat dan tanpa basa-basi untuk permintaanmu
Tapi percayalah
Detik itu dengan kepala penuh letupan dan letusan yang mengalahkan kembang api malam tahun baru,
aku jujur padamu tentang isi hatiku

Sungguh..sayang...
Tak pernah kurasakan cinta yang sebesar ini
Terlalu besar untuk mampu kusimpan sendiri
Hingga aku rasa, aku harus menuliskannya lagi
Saat aku menulis ini, debaran menyebut namamu tanpa henti sedari tadi

Lalu sayang...
Pintaku tak banyak
Genggamlah tanganku saat kamu berjalan santai, berlari tergesa-gesa 
atau duduk tersungkur di saat lelah. 
Aku ingin menjadi perempuan tempatmu pulang
Kapanpun dan dimanapun kamu berada, kamu akan selalu menemukan rumah 

Tanpa melibatkan segala gengsi, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintai kamu
Utuh
Seluruh
Tanpa jenuh
Sungguh 

23:24 Depok
Perempuanmu
 

0 comments:

Post a Comment