Maka ucapkanlah yang baik baik saja
Tahun terakhir
di SMA, saya pernah menulis sebuah tulisan.
Kurang lebih isinya begini “
Lebaran tahun depan di Jakarta”
Tulisan itu saya
tempel di pintu lemari pakaian saya di asrama. Tulisan yang
secara tidak sengaja akan selalu terbaca setiap harinya. Tulisan yang
saya tuliskan dengan niat untuk menjaga semangat mengejar target masuk universitas dambaan
dan yap.....semesta mendengar permintaan tak spesifik saya
Tahun itu saya tidak lulus di universitas dambaan, melainkan di universitas yang ada
embel embel Jakartanya
Tahun itu pertama kalinya saya harus merasakan sensasi lebaran sendirian di Jakarta
Lain cerita
dengan Tika, adik perempuan saya,
Sehabis masa
Ujian Nasional, ia begitu sibuk membereskan buku, kertas dan barang
barang lainnya. Ibu dan saya-yang
kebetulan di rumah karena masa libur kuliah- sempat heran dan bertanya,
“Mau kemana dek?
Sibuk amet beres-beres kamar”
“Iya nih,
kamarnya mau ditinggal, aku mau ke UI”
Spontan saya
terbahak mendengar jawaban Tika, tes masuk pergururan tinggi saja dia belum.
Tapi sekali
lagi, semesta mendengar
Tika lulus di
universitas yang diucapkannya dengan percaya diri waktu itu
Maka hari ini,tahun
ini,saya punya dua permintaan
Permintaan yang akan
saya ucapkan spesifik setiap hari dalam sujud sujud saya
Tentu saja akan saya perjuangkan sepenuh hati dan tenaga
Ah ya, ini
permintaan besar, manis dan rahasia
Semoga..................................................................................
Semoga…...............................................................................
Semoga…...............................................................................
Semesta mendengar
Maka ucapkanlah
yang baik baik saja
Depok 5 September 2014, 23:45 WIB
0 comments:
Post a Comment