Monday, February 17

Menggilaimu (buku)



Beberapa hari belakangan saya dan adik saya mulai dipusingkan dengan buku.
Ya...buku.
Terlalu banyak tumpukan buku di kamar mungil yang kami huni berdua ini.
Bagaimana tidak, setiap pergi jalan keluar, saya maupun adik saya akan pulang dengan membawa paling tidak satu buku.
Biasanya, setiap yang main ke kamar saya akan heran dan bertanya,
“selera bukumu apa sih sebenarnya?”

Saya juga bingung
Berjam-jam bisa saya habiskan karena tenggelam dalam kisah-kisah penunggang naga.
Kisah tetralogi Eragon, Eldest, Brising’r dan Inheritance selalu sukses membuat saya ternganga.
Koleksi kisah naga-nagaan serupa mulai dari Seraphina, Shannara, Eon, Eona, dan Heart of Dragonnya Gena Showalter juga menambah tumpukan di kamar ini.

Ah, apa iya saya penyuka kisah naga-nagaan?
Serial the Tunnels, Winnetou, karangan Dan Brown, JK Rowling, koleksi Sherlock Holmes, dan karangan Agatha Christie juga saya suka.
Untuk semua cerita Agatha yang pernah saya baca, saya paling suka dengan si perawan tua Jane Marple sebagai tokoh utama dibandingkan Hercule Poirot yang termasyhur itu.

Semuanya kisah fiksi?
Tidak juga, beberapa kisah sejarah bangsa ini juga pernah membius saya. Saya masih ingat sensasi takjub setelah menamatkan buku tentang perempuan-perempuan di belakang Bung Karno.
Saya juga menyukai sastra-sastra lama, kemarin adik saya sempat membeli karya Ahmad Tohari dan Wisran Hadi, aih ini menyenangkan.
Saya juga menyukai Kisah Mahabrata, kisah yang paling mengena tentang kepedihan Dewi Amba yang direbut dari Raja Salwa oleh Bhisma sebagai hadiah untuk adiknya, Wicitrawirya.
Dewi Amba yang terlanjur memberi hati kepada Raja Salwa dan menolak menjadi istri Wicitrawirya. Bhisma yang akhirnya melepaskan Amba untuk kembali ke Salwa.
Salwa yang menolak Amba karena merasa telah dikalahkan Bhisma.
Wicitrawirya yang kemudian juga menolak Amba,
dan Amba yang memaksa Bhisma untuk menikahinya tapi Bhisma terikat sumpah suci untuk tidak menikah, benar-benar membuat saya terperangah.

Jadi kalau ada yang bertanya soal selera, saya hanya bisa geleng kepala.
Saya menggilai semuanya

Saya gila buku?

Ah...saya lebih menggilaimu

0 comments:

Post a Comment