Sunday, February 2

Dislike



Mari mencuap-cuap lagi.

Beberapa hari ini tetangga sebelah kostan suka memutar lagu terbaru R***a, yang judulnya entah apa, saya kurang tau. Liriknya? saya yakin, saya hafal betul. Karena bukan sering lagi, tapi hampir setiap hari, hingga hari ini lagu itu diputar. Sampai saya bosan, lama-lama jadi tidak suka.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah masa lalu. Waktu itu saat ayah memasuki usia 40an. Puberty. Yeah, you know what I mean. Hampir setiap hari ayah memutar sebuah lagu yang sama.
Efeknya jika hari ini saya mendengar lagu itu, saya tetap tidak suka mendengarnya.

Saya jadi bertanya-tanya, apa ketidaksukaan terhadap suatu hal itu abadi? (Caelahhh…)

Haha…ini terlalu berlebihan mungkin yaa.
Tapi dari kecil sampai hari ini, the dislike things still the same
Iya masih sama.

Saya tidak suka makan kuning telur.
Saya jijik melihat anak ayam, anak burung, apalagi yang baru menetas. About this thing, I’ve another story, I’ll tell you later.
Saya takut untuk memegang semua jenis unggas, selucu apapun bentuknya.


Oh wait, the dislike things are about aves?
Haha..
At least I still eat chicken. Dead chickens. Yang udah ga keliatan lagi bentuk keayamannya(?)

0 comments:

Post a Comment