Sunday, February 2

Something in Between



Sesuatu di dunia ini diciptakan berpasangan, antagonis protagonis, hitam putih, chaos order, laughs tears, suka benci, begitu sih yang saya pelajari waktu SD dahulu.
Setelah menjalani  1/5 abad kehidupan, ternyata perkara berpasangan tadi lebih kompleks dari yang saya bayangkan di waktu kecil.
Banyak hal “antara” dalam perkara tersebut.
Sederhananya, hitam putih, ada abu-abu di antara keduanya
Lelaki perempuan. Ada juga. Kadang saya suka papasan kok di jalanan.
Suka dan benci,
Adakah fase pertengahan diantara keduanya?
Terkadang, bagi saya sih ada. Terkadang loh ya..
Kasih nama saja apatis.

Seperti saat bertemu mas-mas penjaga toko, mbak-mbak pelayan café, ibu-ibu di angkot,
Mereka semua adalah orang-orang yang tidak saya benci, tapi tidak pula saya sukai.
Saya anggap saja diri saya apatis terhadap mereka.
Pusing yaa?
Iya saya juga pusing untuk menjelaskan.

Sama halnya dengan menyukai seseorang(sesuatu) yang selalu dipikirkan terus menerus, membenci juga begitu.
Hal-hal yang disukai dan dibenci terekam jelas di otak kita.
Yep, seperti cerita tentang si tetangga kost yang suka memutar lagu yang tidak saya sukai, tapi saya sampai hafal liriknya.

Sedangkan untuk hal-hal yang apatis, beberapa menit setelah itu mungkin saya sudah lupa wajah mas-mas penjaga toko, mbak-mbak pelayan café, ibu-ibu di angkot tersebut.

This happened to me. How about you?

0 comments:

Post a Comment