and like Ted Mosby said
"....you may think that your only choices are to swallow your anger or throw it in someone's face, but there is third option; you can just let it go, and only when you do that is it really gone, and you can move forward..."
Just let it go dian...let it go...and move forward :)
Friday, October 31
Sunday, September 21
Tarsius Meloncatlah
Lebih tinggi...
Lebih jauh...
Sedikit cerita, Tarsius adalah nama satwa khas Sulawesi yang dipakai oleh suatu kelompok mahasiswa untuk menamai diri mereka, Kelompok Pengamat Primata Tarsius
Dulu saya menjadi bagian dari mereka...
meski sekarang karena kesibukan pasca kampus jadi jarang ikut, bahkan sudah tidak terlibat sama sekali
Hari ini...tiba-tiba rindu zaman saat monitoring primata ke Pangrango, dan apalagi cara untuk mengobatinya selain melihat fragmen yang tersisa lewat foto.
Let's check it
Apa saja yang bakal ditemukan dan dirasakan saat itu?
1. Tidur dipijit alam (baca akar pepohonan)
Sungguhlah sensasi dipijit terasa berbeda, luar biasa....pegelnya
2. Manusia yang tergeletak
Liat fotonya saja deh ya...pokoknya tergeletak, telentang, tertidur...dimana saja...
3. Manusia yang nyari sinyal
Dapat dimaklumi lah ya..soalnya kan monitoring biasanya dilakukan pas weekend, sehingga yang terjadi adalah date virtual, itu juga kalo ada sinyal..wuahaha..
4. Manusia narsis
Ada beberapa kategori sih ini sebenarnya
-yang narsis
-yang malu-malu narsis
-dan yang malu-maluin (karena malu-maluin ga usah di upload deh potonya)
5. Kaki dikecup pacet
Hal yang tak bisa dihindari adalah kecupan pacet di kaki. Ini sama sekali tak romantis, karena efek kecupan minggu pertama rasanya gatal luar biasa...bekasnya juga baru hilang sebulan kemudian.
Tanpa tendensi apa apa ini hanya coretan kecıl kerınduan..hal tak penting yang membuat rindu itu semakin dan semakin
Jadi, Tarsius, tetaplah berkontrıbusı dalam melestarıkan alam Indonesıa...
Meloncatlah, lebih tinggi, lebih jauh
Lebih jauh...
Sedikit cerita, Tarsius adalah nama satwa khas Sulawesi yang dipakai oleh suatu kelompok mahasiswa untuk menamai diri mereka, Kelompok Pengamat Primata Tarsius
Dulu saya menjadi bagian dari mereka...
meski sekarang karena kesibukan pasca kampus jadi jarang ikut, bahkan sudah tidak terlibat sama sekali
Hari ini...tiba-tiba rindu zaman saat monitoring primata ke Pangrango, dan apalagi cara untuk mengobatinya selain melihat fragmen yang tersisa lewat foto.
Let's check it
| Pagi Pangrango...ini kami, para konservasionis muda |
1. Tidur dipijit alam (baca akar pepohonan)
Sungguhlah sensasi dipijit terasa berbeda, luar biasa....pegelnya
| Duh kangen suasana deg degan pas tidur karena ada yang menggeram-geram muterin tenda |
2. Manusia yang tergeletak
Liat fotonya saja deh ya...pokoknya tergeletak, telentang, tertidur...dimana saja...
3. Manusia yang nyari sinyal
Dapat dimaklumi lah ya..soalnya kan monitoring biasanya dilakukan pas weekend, sehingga yang terjadi adalah date virtual, itu juga kalo ada sinyal..wuahaha..
| Nyari sinyalnya siang, soalnya kalo malem takut dideketin sama si om yang menggeram. horor |
Ada beberapa kategori sih ini sebenarnya
-yang narsis
-yang malu-malu narsis
-dan yang malu-maluin (karena malu-maluin ga usah di upload deh potonya)
| Kategori satu, masih oke lah yaa... |
| Kategori dua, malu malu narsis, apeu.. -__- |
5. Kaki dikecup pacet
Hal yang tak bisa dihindari adalah kecupan pacet di kaki. Ini sama sekali tak romantis, karena efek kecupan minggu pertama rasanya gatal luar biasa...bekasnya juga baru hilang sebulan kemudian.
| Ciee yang dikecup pacet ampe berdarah... |
Jadi, Tarsius, tetaplah berkontrıbusı dalam melestarıkan alam Indonesıa...
Meloncatlah, lebih tinggi, lebih jauh
Labels:
#CeritaSaya
Saturday, September 6
Sebuah Mula
Siang tadi, saya disentil oleh pemandangan sepasang kekasih buta yang bersusah payah bergandengan tangan menyeberangi jalanan Margonda
Bahkan di mata
seorang buta pun, cinta bisa menyala---lebih dari semesta
Detik itu juga
saya mulai ragu, apa yang pepatah bilang “cinta
berawal dari mata turun ke hati”
Ada hal yang
bisa dicintai, tanpa harus melihatnya dengan mata terlebih dulu, dan somehow
lebih tulus.
Maka, hal hal
yang saya (atau kamu) cintai,
pun mungkin bermula dari sini---dari
kata turun ke hati
Depok, 6 September 2014, 20:23
Labels:
#KisahKita
Friday, September 5
Semesta Mendengar
Maka ucapkanlah yang baik baik saja
Tahun terakhir
di SMA, saya pernah menulis sebuah tulisan.
Kurang lebih isinya begini “
Lebaran tahun depan di Jakarta”
Tulisan itu saya
tempel di pintu lemari pakaian saya di asrama. Tulisan yang
secara tidak sengaja akan selalu terbaca setiap harinya. Tulisan yang
saya tuliskan dengan niat untuk menjaga semangat mengejar target masuk universitas dambaan
dan yap.....semesta mendengar permintaan tak spesifik saya
Tahun itu saya tidak lulus di universitas dambaan, melainkan di universitas yang ada
embel embel Jakartanya
Tahun itu pertama kalinya saya harus merasakan sensasi lebaran sendirian di Jakarta
Lain cerita
dengan Tika, adik perempuan saya,
Sehabis masa
Ujian Nasional, ia begitu sibuk membereskan buku, kertas dan barang
barang lainnya. Ibu dan saya-yang
kebetulan di rumah karena masa libur kuliah- sempat heran dan bertanya,
“Mau kemana dek?
Sibuk amet beres-beres kamar”
“Iya nih,
kamarnya mau ditinggal, aku mau ke UI”
Spontan saya
terbahak mendengar jawaban Tika, tes masuk pergururan tinggi saja dia belum.
Tapi sekali
lagi, semesta mendengar
Tika lulus di
universitas yang diucapkannya dengan percaya diri waktu itu
Maka hari ini,tahun
ini,saya punya dua permintaan
Permintaan yang akan
saya ucapkan spesifik setiap hari dalam sujud sujud saya
Tentu saja akan saya perjuangkan sepenuh hati dan tenaga
Ah ya, ini
permintaan besar, manis dan rahasia
Semoga..................................................................................
Semoga…...............................................................................
Semoga…...............................................................................
Semesta mendengar
Maka ucapkanlah
yang baik baik saja
Depok 5 September 2014, 23:45 WIB
Labels:
#CeritaSaya
Saturday, August 2
La Fidanzata d'Italia
Jemari bahkan sanggup sesukanya menari di keyboard renta ini....kalau sudah bertemu inspirasi ya...
dan topiknya masih saja lelaki ya...(hih)
Maka, mencuatlah teorema ngasal yang belum uji kelayakan, ya sebaiknya dituliskan saja sebelum nanti lupa lagi
Jika yang dicari dari seorang lelaki adalah kesetiaan, sudah pasti setiap perempuan yang menyukai sepakbola itu mengagumi Juventini.
Degradasi saja masih setia, apalagi juara.
Bayangkan kalau itu menimpa perempuan seperti kamu, Nona
Saat kamu terpuruk,seorang Juventini akan selalu ada
Sederhananya...
Seorang Juventini akan menganggap perempuan seperti kamu itu La Fidanzata d'Italia
yap...dan seorang legenda pernah berbicara--A true gentleman never leaves his lady :D
Awal agustus...
---Rayuan diam-diam seorang perempuan supporter klub peringkat tujuh epl
Labels:
#KisahKita
Sunday, July 20
Ramadhan Is Here
Bercerita soal Ramadhan, setiap kali bulan penuh berkah ini datang, kita (saya sekeluarga, eaaaaaakkk.....ayah ibu saya dan adik adik maksudnya) selalu balapan siapa yang bisa khatam duluan, dan selalu ada prize dari ayah buat yang duluan
Aturannya balapan khatam ini dimulai saat tarawih pertama, di surat pembuka Al fatihah...
Kalau bisa dua atau tiga kali khatam dalam sebulan Ramadhan lebih baik
Dulu buat saya balapan khatam ini semacam balapan yang harus saya menangkan karena hadiahnya menggiurkan, tapi makin saya berumur, menamatkan alquran selama Ramadhan rasa-rasanya seperti menjadi kebutuhan...kurang lengkap rasanya kalau belum khatam sekaliiiiii saja pas Ramadhan
Dua puluh tiga hari Ramadhan ini telah berlalu, harusnya saya sudah berada di juz ke 23, tapi ini masih juz 18 (tear T_T)...padahal ga sibuk sibuk amat, tapi keteteran...
Yah..apapun yang terjadi saya harus kuat kejar ketertinggalan ini...biar pas Idul Fitri sensasi kemenangannya terasa, menang melawan kemalasan
"Baca buku seribu halaman kamu bisa seharian, tapi kalo baca alquran 20 menit aja nyerah...."
Sindiran menohok dari ibu...huft..iya bu iyaaa....20 menit tapi sering sering deh... :(
Ramadhan vibrations
More donations
Don’t start nothing, no provocations
No fighting no argumentation
From the fitna and the drama, take a vacation
Memorization of revelation
Less temptation, with more contemplation
Getting ready for the Eid celebration
Another Ramadhan congratulations!!
Depok, 20 Juli 2014, habis dapet sms dari Arif kalau doi udah juz 25..oh mannn >_<
Friday, June 13
Kepada Dian
*menyimpan tulisan khusus dari Tika buat saya, tak pernah bosan rasanya untuk membacanya lagi dan lagi,
Depok makin jauh saja ya -_-‘
Barangkali kita memang makin berbeda saja
Saya tak mengerti omong mu
Dan kamu tidak paham-paham maksud saya
Pagi ini saya ingat, dulu sering kita bertengkar karena dibilang kembar
Kita tak saling sapa
Saya, dan kamu juga, tak terima dibilang sama
Ah, lagipula saya memang selalu senang berbeda…
Baiklah..
Dulu kita saling menunggu, meminta maaf siapa dulu?
Akhirnya karena tak ada yang mau mengalah, saling memaafkan didalam hati saja
Baiklah..
Dulu kita saling menunggu, mengerjakan ini itu siapa dulu?
Akhirnya tak satupun yang dikerjakan, sama-sama kena marah saja
Baiklah..
Dulu kita rebutan, baca buku baru siapa dulu?
Akhirnya daripada sobek karena tarik-menarik antara kita, buku yang sama dibeli dua
Ah..
Sekarang kita tak lagi saling menunggu
Bahkan kau lebih cepat keluar dari rumah dan bertemu teman-teman baru
Entahlah saya tidak tahu, apa mereka begitu terasa seperti keluarga bagimu?
Ah..
Sekarang saya tak banyak tau soal kamu
Meraba-raba, mengira-ngira saja, sekarang kamu sedang sibuk apa (dan sedang suka pada siapa? Haha…)
Ah..
Kau bicara soal hutan, monyet, katak, dan penelitian
Saya omong tentang durkheim dan kenapa OB di asrama saya selalu pake sepatu merah tiap selasa
Kau angguk-angguk saja saat saya bicara, tapi saya lihat matamu menerawang kemana-mana
Tak apa, saya juga begitu kalau kamu bicara
Angka-angka, praktikum dan soal apakah katak yang kau bedah jantan atau betina tak pernah menarik bagi saya
Baiklah..
Belakangan saya merasa agak diabaikan
(apa saya yang mengabaikan?)
Sekarang, karena saya anggap saya cukup dewasa,
Mungkin kita tidak perlu saling menunggu
Saya akan minta maaf dulu
Nanti,kalau kamu ke Depok lagi…
Pintu kamar saya terbuka sangat lebar menunggu,
Menanti (OLEH-OLEH) mu… HAHAHAHAHA
Jangan lupa yaaaaaa…
Hahahah.... udah sengaja bikin gini... pokoknya pokoknya pokoknya pokoknya harus ke Depok!!!!
(bantuin nyari kosan, bantuin pindahan.... -______- )
Depok makin jauh saja ya -_-‘
Barangkali kita memang makin berbeda saja
Saya tak mengerti omong mu
Dan kamu tidak paham-paham maksud saya
Pagi ini saya ingat, dulu sering kita bertengkar karena dibilang kembar
Kita tak saling sapa
Saya, dan kamu juga, tak terima dibilang sama
Ah, lagipula saya memang selalu senang berbeda…
Baiklah..
Dulu kita saling menunggu, meminta maaf siapa dulu?
Akhirnya karena tak ada yang mau mengalah, saling memaafkan didalam hati saja
Baiklah..
Dulu kita saling menunggu, mengerjakan ini itu siapa dulu?
Akhirnya tak satupun yang dikerjakan, sama-sama kena marah saja
Baiklah..
Dulu kita rebutan, baca buku baru siapa dulu?
Akhirnya daripada sobek karena tarik-menarik antara kita, buku yang sama dibeli dua
Ah..
Sekarang kita tak lagi saling menunggu
Bahkan kau lebih cepat keluar dari rumah dan bertemu teman-teman baru
Entahlah saya tidak tahu, apa mereka begitu terasa seperti keluarga bagimu?
Ah..
Sekarang saya tak banyak tau soal kamu
Meraba-raba, mengira-ngira saja, sekarang kamu sedang sibuk apa (dan sedang suka pada siapa? Haha…)
Ah..
Kau bicara soal hutan, monyet, katak, dan penelitian
Saya omong tentang durkheim dan kenapa OB di asrama saya selalu pake sepatu merah tiap selasa
Kau angguk-angguk saja saat saya bicara, tapi saya lihat matamu menerawang kemana-mana
Tak apa, saya juga begitu kalau kamu bicara
Angka-angka, praktikum dan soal apakah katak yang kau bedah jantan atau betina tak pernah menarik bagi saya
Baiklah..
Belakangan saya merasa agak diabaikan
(apa saya yang mengabaikan?)
Sekarang, karena saya anggap saya cukup dewasa,
Mungkin kita tidak perlu saling menunggu
Saya akan minta maaf dulu
Nanti,kalau kamu ke Depok lagi…
Pintu kamar saya terbuka sangat lebar menunggu,
Menanti (OLEH-OLEH) mu… HAHAHAHAHA
Jangan lupa yaaaaaa…
Hahahah.... udah sengaja bikin gini... pokoknya pokoknya pokoknya pokoknya harus ke Depok!!!!
(bantuin nyari kosan, bantuin pindahan.... -______- )
Labels:
#30HariMenulisSuratCinta