Sunday, February 2

Dislike



Mari mencuap-cuap lagi.

Beberapa hari ini tetangga sebelah kostan suka memutar lagu terbaru R***a, yang judulnya entah apa, saya kurang tau. Liriknya? saya yakin, saya hafal betul. Karena bukan sering lagi, tapi hampir setiap hari, hingga hari ini lagu itu diputar. Sampai saya bosan, lama-lama jadi tidak suka.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah masa lalu. Waktu itu saat ayah memasuki usia 40an. Puberty. Yeah, you know what I mean. Hampir setiap hari ayah memutar sebuah lagu yang sama.
Efeknya jika hari ini saya mendengar lagu itu, saya tetap tidak suka mendengarnya.

Saya jadi bertanya-tanya, apa ketidaksukaan terhadap suatu hal itu abadi? (Caelahhh…)

Haha…ini terlalu berlebihan mungkin yaa.
Tapi dari kecil sampai hari ini, the dislike things still the same
Iya masih sama.

Saya tidak suka makan kuning telur.
Saya jijik melihat anak ayam, anak burung, apalagi yang baru menetas. About this thing, I’ve another story, I’ll tell you later.
Saya takut untuk memegang semua jenis unggas, selucu apapun bentuknya.


Oh wait, the dislike things are about aves?
Haha..
At least I still eat chicken. Dead chickens. Yang udah ga keliatan lagi bentuk keayamannya(?)

Friday, January 17

Pulang Kampung

Akhirnya bisa kembali ngeblog
Setelah sebulan lamanya menikmati harihari damai tanpa fasilitas internet di kampung.

Beberapa orang teman bertanya mengapa saya pulang kampung setelah wisuda.
Saya hanya tersenyum, dan menjawab dalam hati,
"saya pulang untuk membuat saya tau diri lagi"

Iya, selama di perantauan saya jarang sekali mendapat kabar buruk dari rumah.
Ketika pulang, maka saya baru tahu ayah sakit bulan lalu, adik dirawat di rumah sakit 2 bulan, keuangan keluarga moratmarit,
dan saya tidak pernah tahu,
karena setiap menelpon, ayah selalu menjawab
"kami baik-baik saja di kampung"
atau
"uangnya kurang nak? nanti ayah transfer lagi"

Maka pulang ke rumah lah, yang akan membuat saya tau diri kembali saat di perantauan.
Pulang ke rumah lah yang menyegarkan ingatan tentang orang tua.
Berterimakasih pada mereka, dan bekerja keras agar mereka merasa tidak sia-sia membesarkan saya.

Be thankfull for what your parents were able to give,
because parents give whatever THEIR all and best is to their children.


Tuesday, December 10

Tentang Jodoh

Bicara tentang jodoh, 
Kadang membingungkan.

Apakah jodoh adalah pernikahan? Bagaimana dengan perceraian? 
Apakah itu jodoh yang batal? Jodoh yang salah? 
Menurutmu, Tuhan mau disalah-salahkan? Jodoh, hidup, mati ada di tangan-Nya kan? 

Untuk pertanyaan-pertanyaan itu saya berpikir keras. Bagaimana dengan mereka yang harus menikah berkali-kali. Karena tidak cocok mungkin, atau karena hal lain? Jodohnya berkali-kali, gitu?

Tapi mungkin jodoh adalah bukan tentang pernikahan. 
Jodoh adalah tentang nasib dan takdir. 
Jodoh dalam hal ini adalah mungkin tentang berkali-kali jatuh cinta, berkali-kali patah hati, berkali-kali bertemu orang yang salah, berkali-kali belajar dan mengulang pelajaran, atau apapun yang sejenis itu.
Iya, jodoh adalah mungkin tentang takdir mengenai berapa kali hati kita harus diiris tipis-tipis. 

Jodoh, soulmate, lifemate, atau apapun itu, toh pada akhirnya kita senyatanya adalah pejuang tunggal, pejuang untuk diri kita sendiri..

Jadi, mari bersenang-senang hari ini.

Tuesday, December 3

Cerita Saya


1. Tiga hal dari masa kecil

Saya tidak ingat nama teman-teman selama saya SD. Saya sering berpindah SD karena mengikuti ayah-ibu yang pindah tugas. Memiliki banyak teman, tapi tidak punya cukup waktu untuk membuat kenangan bersama mereka, jadi sekarang saya lupa. 

Bermodal 5 karet gelang, saya dan adik saya pernah menang besar dalam permainan karet gelang. Kami punya ratusan karet gelang. Tapi ibu kemudian membuangnya. Kata beliau itu judi.

Ayah tidak pernah sekalipun membelikan mainan. Tapi setiap pulang mengajar beliau selalu membawakan saya buku bacaan. Saya jadi gila buku. Lebih senang jika dihadiahi buku yaa..,meski sesekali saya ingin dihadiahi barbie atau teddy bear besar.

2. Ritual pagi

Melihat jam. Setelah membuka mata, saya akan meraba-raba ponsel saya untuk melihat jam. Kamar saya terlalu gelap untuk melihat jarum jam di dinding. Setelah itu saya mencari segelas air putih sambil membuka pintu dan jendela kamar. Membiarkan udara segar masuk, kemudian ke kamar mandi. Begitu setiap pagi.

3. Kebiasaan buruk yang ingin disingkirkan 

Menelantarkan benda-benda yang sebelumnya saya beli dengan antusias. Lipstik, blush on, kuteks, skipping, baju-baju. Mereka saya telantarkan setelah sampai di kamar. 

4. Hal yang membuat mood pagi terganggu
Lupa menggunakan jam tangan. Biasanya saya baru menyadari saya lupa setelah berada di angkot, bis, atau kampus. Saya cukup merasa terganggu dan sedikit kesal karena hal ini.

Sunday, December 1

Kesepian

Tiba-tiba saya ingat rasanya kesepian. Duduk seharian di depan laptop. Pikiran campur aduk antara apa, siapa, mengapa, kapan, bagaimana. Berasa ingin menghubungi semua orang yang dikenal tapi tidak tahu harus membicarakan apa.
Seperti ramai tapi sendiri. 
Seperti penuh tapi kosong.
Seperti riuh tapi sepi..
Sangat sepi...

~Philosofay

Tuesday, October 8

Rindu Pukul Tiga


Teruntuk pemilik rindu pukul tiga 
Berkenankah sekiranya engkau kuberi nama?
Agar rinduku punya karma,
tidak lagi terlunta-lunta

Saturday, October 5

Tuhan, sedang apa?


Hidupku sudah sampai halaman berapa? Bab apa?
Ada tokoh lain yang akan masukkah? Atau keluar? Mereka protagonis atau antagonis?
Akan kemana lagikah aku Tuhan?
Menurut Mu aku akan mendapatkan tiket promo itu? Menurut Mu rencana-rencana pembolanganku akan berjalan? Menurut Mu akan ada yang berubah dengan perjalanan-perjalanan itu? Akan ada yang lebih baik?

Atau menurut Mu aku diam saja? Berhenti?

Ah Tuhan.. Aku bosan bertanya.. Sama halnya dengan Engkau yang tampaknya tak bosan untuk tak menjawab
.....

#ini tentang berapa lama, Tuhan? 

Berapa lama saya berada pada fase antara, yang kadangkala begitu melelahkan.
Begitu menggoda saya untuk merapal mantra agar semua segera terlalui, segera jelas, meskipun tidak ada yang pernah benar-benar jelas, kan? 
-PHILOSOFAY